Oeni Dhian with Her Small World..... ^_^

Blog EntryPatuh….. its worth…Apr 5, '08 12:16 AM
for everyone
 

Rasanya emang gak pernah bisa dipercaya, kalau mama sanggup untuk melarang Dian menerima beberapa tawaran masuk universitas-universitas negeri tanpa tes. Dunia saat itu seperti berhenti pada detik itu juga…

 

Dian kala itu pulang dari sekolah.. bukan jam pulang sekolah sih, karena baru jam 11 siang, namun wali kelas Dian membolehkan Dian pulang lebih awal. Dengan muka sumringah dan tidak perduli dengan panas matahari siang itu.. Dian langsung ke halaman depan rumah dan menemui mama yang tengah asyik mencabuti rumput-rumput dari pot tanaman kesayangannya.

 
Ditangan, Dian memegang beberapa formulir yang diberikan wali kelas Dian jam 8 pagi tadi. Dan atas ijin beliau, Dian bisa pulang lebih cepat untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan dari orang tua atas pilihan univeristas Dian kelak.

 
Dengan nafas terburu-buru karena saking senangnya, cepat-cepat Dian bercerita ke mama…

“ Ma… karena nilai rapor Dian selalu bagus dan 4 semester terakhir ini selalu peringkat 1, maka wali kelas Dian memberi kesempatan buat dian untuk melamar ke beberapa universitas negeri melalui program tanpa tes Mam…..”

 
Semangat Dian begitu tinggi untuk bercerita, sehingga tidak perduli kalau Mama hanya diam saja.

“Dian mau nyoba yang ke Unpad dan ke UI ya Ma… Dian pengen ngambil program hubungan internasional…” dan seterusnya Dian menyerocos… tidak bisa distop. Sibuk menceritakan plan-plan masa depan kuliah Dian…

 
Tidak lama..Mama yang dari tadi diam lalu berdiri dari tempat duduknya… didekatinya Dian dan dilihatnya formulir-formulir yang telah Dian letakkan diatas meja.

Dipisahkannya formulir-formulir tersebut. Lalu satu persatu, formulir UI, Unpad, USU, UGM dan Undip disingkirkan Mama menjauh dari Dian… tanpa bicara apapun, diberikannya formulir terakhir, yakni formulir pendaftaran ke Universitas Sriwijaya.

Dengan singkat lalu mama bilang …” Isi yang ini saja.. Mama tidak setuju kalau Dian harus kuliah keluar kota Palembang”.

 
Tidak lama mama duduk disebelah Dian dan mulai menjabarkan berbagai alasan yang saat itu bagi Dian tidak satupun yang masuk akal Dian. Dengan usia Dian 17 tahun, tentu saja tidak ada satu alasanpun dari mama  yang bisa Dian terima dengan akal Dian..

Mama bicara tentang kekhawatiran mama akan pergaulan di luar sana, khawatir Dian berubah dan lain sebagainya…..

Pada awalnya Dian mencoba mendebat.. tapi sulit menembus tembok kekerasan hati mama kalau sudah membuat sebuah keputusan.

Akhirnya Dian mengalah, Dian mencoba patuh.

Hanya isak pelan yang akhirnya keluar dari mulut Dian mengiringi air mata …

Dian gak berani berkata apa-apa lagi… Dian jg tidak mau melanjutkan masa depan Dian jika tidak mendapat ridho dari Mama….

 
Tidak berapa lama, Dian masukkan formulir-formulir itu kembali ke dalam map yang tadi Dian bawa.

 

**

 
Keesokan hari, walikelas Dian kebingungan dengan pilihan Dian. Belum lagi fakultas yang Dian pilih dalam formulir Unsri tersebut untuk nomor satunya adalah Fakultas Hukum…

[Kalaulah guru wali kelas Dian itu tahu.. bahwa..setelah mencoba menuliskan pilihan Dian sendiri yakni FKIP Bahasa Inggris mendapat larangan dari Papa, dan Dian ngambek gak mau ngisi formulir tersebut, akhirnya Mama berinisiatif mengambil formulir tersebut dan mengisi pilihan pertamanya dengan Fakultas Hukum… Fakultas yang pernah mengisi hari-hari mama di semester awalnya dulu…hampir 20 tahun lalu…]

 

**

 
Semua itu terjadi hampir 16 tahun yang lalu….

Bersama dengan berjalannya waktu.. pada akhirnya Dian justru mensyukuri sikap patuh yang Dian ambil pada saat itu.. dan berterima kasih atas pilihan mama dan papa…

 
Meskipun diawal perkuliahan, sulit bagi Dian menyukai mata kuliah di Fakultas Hukum, namun jiwa senang berkompetisi dalam sekolah yang masih mengalir dalam darah Dian, serta sikap tidak mau larut dalam kesedihan… akhirnya Dian justru menceburkan diri ke dalam mata kuliah-mata kuliah yang awalnya tidak menyenangkan tersebut dan tertantang untuk menahlukkannya….

 
Alhamdulillah.. hasilnya pun tidak mengecewakan.. dan membuat mama serta papa bangga terhadap Dian…

 

**

 
Cita-cita Dian dahulu yang pengen banget menjadi guru tetap terwujud, meskipun Dian bukan lulusan FKIP, namun Dian berhasil diterima menjadi seorang dosen di Fakultas Hukum yang dulunya tidak Dian sukai.. 

 

Keinginan Dian dahulu untuk bersekolah di pulau Jawa pun pada akhirnya terwujud ketika Dian diterima menjadi mahasiswa program doktoral di Universitas Brawijaya Malang.

 

Kalau sudah begini.. selain rasa syukur yang tidak putus-putus Dian haturkan kepadan Sang Penggenggam Nyawa… juga rasanya tidak pernah salah sikap yang Dian ambil selama ini untuk berusaha menjadi anak yang patuh…[meskipun itu awalnya amat berat], karena Allah SWT akan memberi hikmah dan imbalan yang sepadan dengan kepatuhan kita kepada orang tua kita……

 

 

**



gambar diculik dari sini : http://www.duniabelajar.com/gambar-pertanyaan.php?id=3827&imgtanya=1


36 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bundakirana wrote on Apr 5
Subhanallah... mengharukan ya...
saya juga percaya sama konsep "patuh pd ortu"
pernah ada kejadian besar, yg lama kemudian saya sadari, untung dulu patuh sama ortu:)
tahmidah wrote on Apr 5
Yuup.... dengan taat kepada orang tua Insya Allah hidup kita barokah ya mba...:))
aku juga pernah ngambek dulu. waktu smp.., gak diizinin bapakku ikut pesta tahun baruan di rumah teman.........sekarang baru paham itu demi kebaikan kita malahan sekarang mah jadi bersyukur ....jadi gak kebawa hidup bebas kayak teman2ku........
tahmidah wrote on Apr 5, edited on Apr 5
Halaaaaaaaaaaah spongbob toh....hi..hi....childhood nya keluar........:))
irmaryani wrote on Apr 5
Hi Dian, Ima yakin...orang tua yang baik, dia akan mengambil sikap yang bijak jika itu mempengaruhi masa depan kita. Seakan2 "otoriter" dan mutlak karena kita masih sangat muda untuk menentukan pilihan, dan sangat demokrat ketika beliau tau kita sudah dewasa dalam mengambil keputusan.
ainalkin wrote on Apr 5
dhinang pernah ngobrol ama om amay...
patuh aja kayaknya ga cukup un untuk membentuk uni yang sekarang... Alhamdulillah, dinang seneng denger uni udah mencapai ke phase itu... phase dimana uni udah merasakan hasil dari pilihan uni untuk patuh dengan mama dan papa...
ada satu lagi yang membentuk uni menjadi uni yang sekarang ini...
Om amay ada bilang satu hal yang dalem banget ama dinang... "tanggung jawab" dan menurut dinang uni bertanggung jawab atas pilihan uni untuk patuh tersebut. yakin deh un, kalo ga ada tanggung jawab disitu uni pasti udah belok ke tempat yang lain kan? hehehe

apa, yang membuat kita itu manusia yang "penuh" selain ibadah?
bukan bagaimana penampilannya, bukan bagaimana dia bicara, bukan sebanyak apa hartanya, tapi bagaimana dia menentukan pilihan nya, bertanggung jawab atas pilihannya dan menyelesaikan apa yang sudah menjadi pilihannya... dan saat ini uni udah di situ...

Nice un...
kudusamrullah wrote on Apr 5
Suatu ketika ( ini lagi cerita nih :-) harap maklum ) , Dian liburan ke Jakarta, berkunjung ketempat Om dan tante nya, liburan bersama sepupu2 nya, selama 3 minggu. Waktu itu Dian klas 2 SMA. Dian adalah anak yang "pemalu" dalam berpakaian, dia sangat menjaga auratnya. Baju seragam dan baju rumahnya dibawah lutut, tidak pernah pake' baju tanpa lengan, dan gak ada satupun koleksi bajunya yang ketat atau sempit.
Nah...pulang dari Jakarta, habis mandi sore, tiba2 muncul Dian yang berbeda. Gadis yang lebih modis dan manis dengan kaos tanpa lengan meskipun tidak terlalu ketat, dan celana komprang ( bermuda ) diatas lutut kira2 10 cm. Mom kaget, tapi mom gak komentar apa2. Malamnya, kami ngobrol sambil nonton tv bareng, satu keluarga. Mom bilang, disaat momentnya sangat tepat : " Yan, ternyata waktu 3 minggu sudah cukup untuk merubah kebiasaan dan prinsip kita dalam berpakaian ya ? Gimana kalo sebulan, setahun, atau lebih ?" Dian diam, dan besoknya , besoknya lagi, seterusnya, Dian gak pernah make baju itu lagi. Well, pasti Dian ngerti, kenapa mama agak " kejam " waktu itu. Diusia Dian yang memang masih sangat muda, Dian sangat kuat dengan prinsip. Tapi Dian punya kelemahan , yaitu Dian mudah terpengaruh dengan orang2 sekitar.
Dian tau gak 'yang ? Mama gak berani mengambil resiko untuk coba2 melepas Dian sendirian ke satu tempat yang banyak sekali godaan dan cobaan, dan mama lebih suka dianggap "kejam" untuk sementara. :-)
cambai wrote on Apr 5
Subhanallah... mengharukan ya...
saya juga percaya sama konsep "patuh pd ortu"
pernah ada kejadian besar, yg lama kemudian saya sadari, untung dulu patuh sama ortu:)
hehehe..
iya uni...
itupun baru Dian sadari beberapa tahun terakhir ini saja...sebelumnya sering sekali protes muncul dimulut dian...
Allah memang Maha Tahu ya uni.. maka beruntunglah kita yang patuh pada ortu.. :)

btw.. makasih udah mampir ya ni.. disela-sela kesibukan menulis uni.. ^_^
cambai wrote on Apr 5
Yuup.... dengan taat kepada orang tua Insya Allah hidup kita barokah ya mba...:))
aku juga pernah ngambek dulu. waktu smp.., gak diizinin bapakku ikut pesta tahun baruan di rumah teman.........sekarang baru paham itu demi kebaikan kita malahan sekarang mah jadi bersyukur ....jadi gak kebawa hidup bebas kayak teman2ku........
betul teh....
kalau dipiki-pikir..ortu melarang itu kan pasti alasannya ada ya.. gak sembarang bikin aturan..[insyaAllah jika ortunya normal sih..hehehe]...
makanya kita juga insyaAllah nantinya terhadap anak-anak harus pintar mengolah kata sehingga mereka bisa ngerti bahwa semua demi kebaikan si anak ya teh...^_^
cambai wrote on Apr 5
Halaaaaaaaaaaah spongbob toh....hi..hi....childhood nya keluar........:))
hehehehe...
lagi kebingungan cari lay out apa yang ringan dan lucu...
ketemu deh ama si sponge bob...hehehe
cambai wrote on Apr 5
Hi Dian, Ima yakin...orang tua yang baik, dia akan mengambil sikap yang bijak jika itu mempengaruhi masa depan kita. Seakan2 "otoriter" dan mutlak karena kita masih sangat muda untuk menentukan pilihan, dan sangat demokrat ketika beliau tau kita sudah dewasa dalam mengambil keputusan.
yup... bener... cuma kebanyakan temen2 lain sering terlambat menyadarinya ya...
^_^
cambai wrote on Apr 5
apa, yang membuat kita itu manusia yang "penuh" selain ibadah?
bukan bagaimana penampilannya, bukan bagaimana dia bicara, bukan sebanyak apa hartanya, tapi bagaimana dia menentukan pilihan nya, bertanggung jawab atas pilihannya dan menyelesaikan apa yang sudah menjadi pilihannya... dan saat ini uni udah di situ...

Nice un...
bahkan dalam membuat komen pun dbon pinter ya... hehehe

iya uni setuju..mungkin juga rasa tanggung jawab atas pilihan menjadi patuh itu yang membuat uni meleburkan diri kedalam fakultas yang bukan pilihan uni..

btw.. mudah2an dbon juga demikian ya.. menjadi anak yang patuh pada mama dan papa..dan bertanggung jawab dengan pilihan menjadi anak patuh..

mudah2an dbon akan sama seperti uni.. bertahun2 kemudian menyadari betapa orang tua kita memang orang2 yang tau yang terbaik untuk kita...

amiiin....
cambai wrote on Apr 5
Dian tau gak 'yang ? Mama gak berani mengambil resiko untuk coba2 melepas Dian sendirian ke satu tempat yang banyak sekali godaan dan cobaan, dan mama lebih suka dianggap "kejam" untuk sementara. :-)
hehehe....
lama juga label "kejam" mama itu nempel didiri mama ya.. [rasanya 15 tahun bukan waktu sementara kan mam.. utk berpikiran negatif bahwa mama telah membelokkan kehidupan dian]..hehehe

dian juga bersyukur.. "gak dendam" sama mama.. hihihi... namanya juga anak ABG.. taunya dia sendiri yang bener....
mudah2an ntar anak2 dian bisa ngertiin dian ya mam... ^_^
ainalkin wrote on Apr 5
cambai said
bahkan dalam membuat komen pun dbon pinter ya... hehehe

iya uni setuju..mungkin juga rasa tanggung jawab atas pilihan menjadi patuh itu yang membuat uni meleburkan diri kedalam fakultas yang bukan pilihan uni..

btw.. mudah2an dbon juga demikian ya.. menjadi anak yang patuh pada mama dan papa..dan bertanggung jawab dengan pilihan menjadi anak patuh..

mudah2an dbon akan sama seperti uni.. bertahun2 kemudian menyadari betapa orang tua kita memang orang2 yang tau yang terbaik untuk kita...

amiiin....
dinang mestinya msuk kedokteran jurusan dokter hewan ya un, supaya krypto sembuh --- ga nyambung ya ---- hehehehe
cambai wrote on Apr 5
dinang mestinya msuk kedokteran jurusan dokter hewan ya un, supaya krypto sembuh --- ga nyambung ya ---- hehehehe
hihihihi...

uni tau... dbon bikin gak nyambung karena dbon lagi "JENGAH" dengan jawaban uni ya...

uni mah jadi pengen tahu..apakah dbon memilih hidup dbon sebijak tulisan dbon.... ^_^

love you nang....
srisariningdiyah wrote on Apr 5
hmmmm jadi inget dulu awal kuliah hehehe...
semua cita2 harus digantung di lemari demi cita2 ibunda untuk anak2-nya...
awalnya ga ikhlas memang, tapik mo gimana ya... sapa yang bayar uang kuliah ntar hehe....

*peluk2 mba dian*
duniapeng wrote on Apr 5
inspiratif... bagi gw..... sangat inspiratif.......
ratnajanuarita wrote on Apr 5
ini persis terjadi pada mbak mau masuk sipenmaru (1986) ... mbak pengennya ambil psikologi ... tapi karena masalah keluarga saat itu membuat ibu mbak pengen ada yang ngerti hukum dalam keluarga ... akhirnya mbak didorong untuk masuk ke sana ... tapi dengan bulat mbak fakultas hukum menjadi pilihan pertama mbak. alhamdulillah ... mata orang tua (terutama mata seorang ibu) itu lebih tajam ... mbak sangat bersyukur karena Allah membantu mbak menjadi anak yang patuh pada orang tua untuk masuk jalur hukum :-) dan ... membaca kisah ini, sejak awal mbak tahu bahwa dian adalah anak yang senantiasa menyenangkan kedua orang tua :-)
helga134 wrote on Apr 5
halo Dian....senang dan terharu deh baca kisah kamu...tapi aku setuju sekali...ortu selalu berniat baik dan tidak pernah mau merugikan anaknya, apalagi kalau itu ibunya..suara ibu kadangkala seperti suara Allah YME....makanya apa yang kamu cita2kan akhirnya tercapai juga karena ibu kamu dalam hati juga berdoa supaya cita2 kamu tercapai....semoga apa yang masih kamu cita2kan akan selalu tercapai ya Dian yang cantik...selamat akhir pekan....
ken150376 wrote on Apr 5
Lihatlah diriku...karena menuruti kemauanmu untuk masuk teknik elektro...hiks...hiks...hehehe becanda ni...
cambai wrote on Apr 5
hmmmm jadi inget dulu awal kuliah hehehe...
semua cita2 harus digantung di lemari demi cita2 ibunda untuk anak2-nya...
awalnya ga ikhlas memang, tapik mo gimana ya... sapa yang bayar uang kuliah ntar hehe....

*peluk2 mba dian*
hihihi.... bener juga ya mbak.. sapa yang mau bayar uang kuliah ntar..hehehe.. gak kepikiran juga ama dian siih waktu itu.... karena yang suka kasih duit bayar uang kuliah adalah papa.. dan papa sebetulnya mendukung dian kuliah diluar kota Palembang...

tapi apapun itu.. seorang Ibu lebih kuat instingnya kan.. jadi beliau lebih tau mana yang terbaik buat anaknya... [sori buat para ayah..tidak bermaksud mendiskriditkan tapi... fakta lhoo..hehehe]
cambai wrote on Apr 5
inspiratif... bagi gw..... sangat inspiratif.......
thank you... senang jika menjadi inspirasi bagi mu Peng... ^_^
cambai wrote on Apr 5
alhamdulillah ... mata orang tua (terutama mata seorang ibu) itu lebih tajam ... mbak sangat bersyukur karena Allah membantu mbak menjadi anak yang patuh pada orang tua untuk masuk jalur hukum :-) dan ... membaca kisah ini, sejak awal mbak tahu bahwa dian adalah anak yang senantiasa menyenangkan kedua orang tua :-)
awalnya butuh perjuangan untuk mengerti keinginan orang tua ya mbak.. hehehe... tapi ketika lihat hasil akhirnya... jadi malu sendiri.. betapa mata seorang ibu memang lebih tajam ya mbak..

ttg menjadi anak yang senantiasa menyenangkan kedua orang tua.. hahaha.. itu proses yang cukup panjang mbak.. mudah2an mama dan papa setuju dengan komen mbak...


*lirik2 mama.. hehehe
cambai wrote on Apr 5
Lihatlah diriku...karena menuruti kemauanmu untuk masuk teknik elektro...hiks...hiks...hehehe becanda ni...
hahahha..
bukankah waktu itu.. itu adalah solusi konyol kita berdua untuk menghindari dika mendapat pmdk ke USU.. tapi sialnya..insting uni gak sekuat mama ya dek.. coba waktu itu dika minta pendapat mama...hehehehe
cambai wrote on Apr 5
halo Dian....senang dan terharu deh baca kisah kamu...tapi aku setuju sekali...ortu selalu berniat baik dan tidak pernah mau merugikan anaknya, apalagi kalau itu ibunya..suara ibu kadangkala seperti suara Allah YME....makanya apa yang kamu cita2kan akhirnya tercapai juga karena ibu kamu dalam hati juga berdoa supaya cita2 kamu tercapai....semoga apa yang masih kamu cita2kan akan selalu tercapai ya Dian yang cantik...selamat akhir pekan....
betul mbak...^_^

selamat akhir pekan juga.....
yenisfamilyblog wrote on Apr 5
terharu banget aku baca cerita Uni,met berakhir pekan ya Uni..
cambai wrote on Apr 5
terharu banget aku baca cerita Uni,met berakhir pekan ya Uni..
wah... gak nyangka kalau bikin terharu yenni.. hehehe..
niat uni benar2 pengen sharing.. betapa kalau kita patuh dengan ortu.. hikmahnya besar sekali.. ^_^...

met akhir pekan juga yen.. gimana anak2.. udah pada sehat ?
imazahra wrote on Apr 5, edited on Apr 5
cambai said
Dian diterima menjadi mahasiswa program doktoral di Universitas Brawijaya Malang.
Subhanallah, jadi Uni skr calon dokter ya?
ck ck ck! Salut banget :-)

Ato skr malah sudah jadi Doktor ya Uni???
cambai wrote on Apr 6
Subhanallah, jadi Uni skr calon dokter ya?
ck ck ck! Salut banget :-)

Ato skr malah sudah jadi Doktor ya Uni???
hehehe...baru candidat.. alias promovendus... baru mau nyicil nyelesaiin disertasi yang uni sendiri gak yakin kapan selesainya..heheeh..
saat ini keluarga menjadi prioritas utama uni... [ima pasti ngerti.. ^_^]...

makasih udah mampir kesini ya... ^_^
cambai wrote on Apr 6
oooo kesana toh hubungannya.. :)
karelkemal wrote on Apr 6
kebalikan dgn dian, aku malah "diusir" keluar dr Jakarta.. bapakku pingin sekali aku kulaih dan tinggal di bandung... tentunya beliau punya berjuta alasan.... padahal mulanya aku sedih krn temen2 semua di jakarta... tp aku ikutin yan... jdlah pilihan pertama sipenmaru adalah FH Unpad.... Alhamdulillah keterima... mungkin kalo gak ikutin, aku gak tau kemana..... dan yan, I found my husband di Unpad... Subhanallah yah...... Apa yg digariskan Allah pada hidup kita lewat tangan kedua orang tua...... Memang butuh waktu lama untuk menyadari tujuan dibaliknya dan kmdn tinggallah kita mensyukurinya :-)
ria2007 wrote on Apr 6
heheheee.... No comment ah, commentnya udah dikasih dulu kan?! :P Tapi Tante tau gak siy, bahwa liburan 3 minggu itu gak cuma "sedikit" merubah cara berpakaian Dian, tapi ada sesuatu yang lain lagi, yang lebih besar... iyo dak Yan? hehehehe
cambai wrote on Apr 7
Subhanallah yah...... Apa yg digariskan Allah pada hidup kita lewat tangan kedua orang tua......
bener mbak ratih...
dan memang butuh waktu lama untuk menyadarinya .... makanya dian baru nulisnya sekarang..setelah bertahun2 "dendam" dengan keputusan mama.. hehehehe
cambai wrote on Apr 7
ria2007 said
bahwa liburan 3 minggu itu gak cuma "sedikit" merubah cara berpakaian Dian, tapi ada sesuatu yang lain lagi, yang lebih besar... iyo dak Yan? hehehehe
what.. ? apa yang berubah dari dian setelah itu ?
waduh.. kog yang inget malah mama ama elu sih ri....
apaan yang berubah...heheheheh ^_^
masfathin wrote on Apr 11
waaah benar-benar mengharukan...
sebegitu besarnya perhatian mama Uni...
cambai wrote on Apr 12
waaah benar-benar mengharukan...
sebegitu besarnya perhatian mama Uni...
waktu itu gak ngerasa segitunya Yan...
uni baru berumur 17 tahun dan punya mimpi sendiri..hehehe..makanya cukup lama buat uni menulis tulisan ini.. menunjukkan bahwa uni baru sadar... heheheeh ^_^
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help