Kamis, 050707
Ini merupakan kali pertama Dian nongkrong di perpustakaan Diknas (dulunya British Council LIbrary) di Jl. Sudirman deket ama Ratu Plaza. Meskipun sebetulnya kebiasaan nongkrong di berbagai perpustakaan udah Dian jalani sejak kuliah S1 dulu...
Saat tengah asyik membaca, nulis dan koreksi berkas penelitian disertasi, datang seorang gadis kecil, mungkin usianya sekitar 12-14 tahun dengan membawa kertas double folio, kemudian pensil, penghapus dan serutan. Dengan tersenyum ia permisi untuk duduk di bangku sebelah Dian. Ternyata ia merupakan salah satu dari peserta lomba mengarang yang diadakan oleh Diknas, sepertinya dalam rangka memperkenalkan perpustakaan Diknas sekaligus ada acara festival buku diskon. (tapi pastinya Dian gak tau sih... )
Tak lama, mulutnya komat-kamit... (Dian gak bisa nebak, apakah itu bacaan-bacaan atau ajian2 yang harus dilakukan sebelum gadis kecil itu menulis, atau mungkin juga ritual si gadis kecil sebelum memulai mengarang, sepertinya ia tengah berbicara pada dirinya sendiri terkait penentuan alur ceritanya... hehehe Dian betul-betul lucky guess aja nih..)
Sambil Dian asyik dengan kegiatan Dian, sekali-sekali Dian melirik ke arah gadis kecil tersebut, Ia asyik sekali menulis. Hampir 1 jam ia menulis dan sudah 1 halaman penuh folio yang penuh terisi tulisannya.
Sekali waktu, Dian iseng berhenti membaca dan menulis, dan kemudian melihat kearah gadis kecil itu lagi. Ternyata ia juga melakukan hal yang sama. Sehingga akhirnya kami sama-sama tersenyum dan menganggukkan kepala. Iseng Dian tanya, "sampe jam berapa batas menulisnya ?" Dijawabnya "ampe jam setengah satu". Dian lirik jam tangan, sudah jam 12.00, berarti gadis ini hanya punya waktu 1/2 jam lagi untuk menyelesaikan ending dari ceritanya serta mengeluarkan sisa-sisa dari keseluruhan ide kreatifitasnya diatas kertas folio tersebut.
Dian lihat ke kertas folionya, baru setengah halaman kedua. Berapa banyak lagikah yang akan dituliskannya ? Apakah semua idenya telah tertampung ke atas kertas ? serta Apakah gadis kecil tersebut dapat menuntaskan akhir ceritanya dengan baik dalam waktu hanya 1/2 jam ?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menari-nari di kepala Dian. Sempat juga terbersit di pikiran, Apakah lomba mengarang yang dibatasi oleh waktu seperti ini dapat menghasilkan sebuah kreasi atas ide dengan hasil yang baik dan bagus ? Apakah lomba mengarang yang dibatasi waktu yang hanya dalam hitungan jam ini dapat menghambat daya kreatifitas si peserta mengarang, atau justru memacu andrenalin mereka sehingga justru dapat berkreasi lebih baik lagi ??
Entahlah.... Hingga selesai perlombaan tersebut, Dian gak menemukan jawaban pastinya dan lebih memilih untuk tidak memikirkannya lagi. Walhasil setelah menulis pengalaman Dian hari ini diatas blocknote yang selalu menyertai kemanapun Dian pergi, Dian akhirnya kembali menekuni kegiatan Dian di perpustakaan Diknas ini. ..
Dian sempat perhatikan sebentar ke lingkungan Dian... tidak terlihat lagi para peserta lomba mengarang. Perpustakaan masih cukup ramai oleh orang-orang yang tidak ikut dalam lomba mengarang... orang-orang seperti Dian, hingga tau-tau udah masuk waktu zuhur...
Stop dulu ah nulisnya.. entar jam 1 nongkrong lagi di perpustakaan Diknas ini...
   
 | Tau gak apa yang ada dalam pikiranku setelah baca tulisan kamu tentang Perpustakaan Diknas diatas Dhi..?? Sebenernya kamu punya bakat menulis yang baik, karna kamu mampu mendiskripsikan kejadian yang terjadi disekeliling kamu saat itu dengan baik sehingga orang yang baca juga bisa membayangkan dengan baik kejadian tersebut.
bahasa yang kamu pakai juga bahasa Indonesia yang baik dan benar lho meskipun sekali-kali dibumbui juga dengan istilah asing seperti "ending" misalnya, namun itu tidak mengurangi keindahan ceritanya.
Jadi kesimpulannya adalah...... Kalo udah gak minat lagi jadi dosen, ato bisa aja jadi dosen sambil berkarir didunia tulis menulis, kayanya profesi sebagai penulis juga bisa kamu pertimbangkan Dhi..., siapa tau bisa jadi penulis terkenal kaya Dewi dengan Supernovanya, kan kita2 jg ikutan bangga.
Banyak orang yang punya keinginan menulis tapi punya keterbatasan ide karna keterbatasan wawasan yang diakibatkan karna orang tersebut malas membaca misalnya, nah Dhian kan punya modal itu semua, jadi sebaiknya dimanfaatkan deh.
|
 | multa2001 wrote on Aug 17, '07, edited on Aug 17, '07 aku dulu sering ke perpustakaan ini, malah sewaktu masih di S Wijoyo lebih sering lagi...........pinjem buku buat anak2....cerita cerita klasik.....walau kadang aku ikutan baca pula. |
 | wah dulunya sering nongrkong di perpus layo dan bukit mbak ya?sayang sekali perpusnya kurang terurus , koleksi buku yg minim dan petugas yg rada cuek bebek ama kemajuan perpus |
| |