Oeni Dhian with Her Small World..... ^_^


Gak sekali dua kali Dian mendengar temen-temen bahkan kerabat dekat yang “lupa” membayar hutang puasa mereka…

Kadang-kadang keluar dari mulut mereka kata-kata “ya ampun..udah ramadhan lagi ya.. wah puasa yang dulu belum lagi lunas dibayar”.. atau bisa juga dengan pura-pura lupa, sampe kalau Dian tanyain baru deh dijawab..”iya sih.. ada hutang beberapa hari..Cuma gak sempat bayarnya…”. Nah Lho…. ???

Serem juga lihat kondisi ini…

Gimana gak serem.. karena hutang itu kan harus dan kudu alias wajib dibayar…

Hutang dengan sesama manusia aja wajib dibayar.. apalagi ini hutang kepada Allah.. Penguasa Alam dan Nyawa kita… [jadi inget istilah oom Dian dulu deh… dia suka bilang gini…”eh jangan bikin marah Allah ya… ntar kata Allah.. “Gue sentil ..miskin lo”..]…

Candaan yang dalam maknanya…karena Allah itu Maha Besar dan Maha Mengetahui.. jadi kita gak mungkin sembunyi dan bahkan pura-pura lupa dengan hutang kita kepada Allah…Dan kalau Allah sudah “marah” maka kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita dan nasib hidup kita.

Sudah seharusnya kita mendahulukan pembayaran hutang puasa kita kepada Allah. Mengapa harus ditunda-tunda ataupun dilupakan seperti yang sering sekali Dian dengar dari temen-temen Dian ?.

Meskipun demikian, Pengaturan mengenai Cara Pembayaran Hutang Puasa (qadha puasa) ini lumayan sulit juga nemuinnya di literatur yang Dian punyai.. Walhasil Cuma dapat disatu buku saja.

[mudah-mudahan temen2 Mpers ada yang punya data lebih detail ya…].

 

Berikut kutipan yang Dian dapat dari buku : Fiqih Sehari-hari. Karangan Saleh Al-Fauzan. Penerbit Gema Insani Pers. Jakarta. Tahun 2006. halaman :  301-302. Ringkasannya sbb :

 -         Barang siapa tidak berpuasa atau membatalkan puasanya di bulan Ramadhan, baik karena sebab yang dibenarkan oleh syara’ atau tidak, seperti bersetubuh atau lainnya, maka ia wajib mengqadhanya. (bisa dilihat pada Al-Baqarah : 184)

-         Puasa qadha hendaknya segera dilakukan untuk membebaskan diri dari beban utang. Dan tidak diperbolehkan mengakhirkan puasa qadha hingga setelah bulan Ramadhan berikutnya tanpa adanya uzur.

-         Apabila seseorang mengakhirkan puasa qadha hingga memasuki bulan Ramadhan berikutnya, maka ia wajib menunaikan utang puasanya pada bulan Ramadhan yang telah lewat. Apabila sebab yang membuatnya mengakhirkan puasa qadha dibenarkan oleh syara’ maka ia tidak menanggung apa-apa.

-         Akan tetapi , jika hal itu ia lakukan  bukan karena uzur yang dibenarkan oleh syara’, maka disamping wajib mengqadhanya , ia juga wajib membayar kafarat dengan memberi makan kepada orang miskin di setiap hari yang wajib ia qadha, sebanya setengah sha (sekitar 1024 gram) dari makanan pokok negerinya.

 

Tips dari Dian pribadi [karena inilah yang Dian selalu lakukan, jadi sekedar sharing aja yaaaa… gak maksa harus ngikutin cara ini kog…. ^_^] jika kita memiliki hutang puasa, terutama perempuan karena berhalangan (haid) :

Dengan langsung membayar puasa qadha tersebut pada hari  ke 3 syawal atau setelah bersih dari haid. Biasanya berkisar antara 5-7 hari. Setelah selesai puasa qadha, baru dilanjutin dengan puasa syawal. Artinya mumpung masih ada sisa semangat berpuasa Ramadhan.. diterusin aja ke bayar puasa qadha dan selesai itu dilanjutin puasa syawal. Dengan demikian, untuk waktu seterusnya kita tinggal melakukan beberapa puasa sunat lainnya yang insyaAllah bisa kita kerjakan dengan nyaman, karena telah terbayar hutang puasa kita kepada Allah.

 

Ringkasan Cerawah Terawih hari ini :

 

[Penceramahnya Bapak Drs. Agusri. Tetangga sebelah kiri rumah Dian. Orangnya kalau jadi imam tartil sekali bacaannya….]

Bulan Ramadhan merupakan Bulan pendidikan [agama] yang didapat melalui berbagai media cetak dan elektronik, termasuk ceramah-cemarah di mesjid.

Tujuan Puasa adalah “untuk menjadi orang yang bertakwa, meningkatkan keimanan manusia menuju puncak kerohanian di mata Allah SWT”.

Menurut Imam Husairi.. kata TAQWA terdiri atau 4 [empat] hurup yakni hurur “ta”, “qof”, “waw” dan “ya”.

“ta” --> merupakan simbol dari tawaddu [rendah hati] yang berarti orang yang sadar betul kalau dirinya itu terbatas, tidak angkuh, tidak sombong dan semata-mata apa yang dikerjakannya itu adalah kewajiban sebagai hamba Allah.

“qof” -->  merupakan simbol dari Kanaah [merasa cukup atas apa yang diperolehnya dalam hidupnya] yang berarti orang tersebut tidak mencari-cari dan tidak menyebabkan apa yang diterimanya menjadi tidak berkah. Tidak tamak, tidak rakus dan tidak serakah.

“waw” --> simbol dari Waro’ [terpelihara dari yang subhat atau samar-samar] yang berarti orang tersebut memiliki rezeki yang diterima yang terhindar dari sifat subhat bahkan haram.

“ya” --> simbol dari Yakin, yang berarti orang tersebut yakin terhadap dirinya, sehingga memiliki sifat dan pribadi yang stabil.

Orang bertakwa merupakan orang yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah dan Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang bertakwa.

 


alexitem wrote on Sep 19, '07
ee...e.e....e....e... input nih buat ntar yang bakalan jadi ibunya nak anak22222222.....tengkyu berat Mnake
chrisdianty wrote on Sep 19, '07
Alhamdulillah.. makasih sharenya mba, jadi pengingat untukku pribadi..
Ringkasan ceramahnya jangan berhenti ya mba.. hatur nuhun :)
cambai wrote on Sep 19, '07
ee...e.e....e....e... input nih buat ntar yang bakalan jadi ibunya nak anak22222222.....tengkyu berat Mnake
iya tuh mas... kadang2 beberapa perempuan "suka lupa" ama kewajiban bayar puasanya..katanya sibuk atau apalah..hehehe..
syukur deh kalau bermanfaat.
cambai wrote on Sep 19, '07
Alhamdulillah.. makasih sharenya mba, jadi pengingat untukku pribadi..
Ringkasan ceramahnya jangan berhenti ya mba.. hatur nuhun :)
sama-sama nih mommy kembar.... ^_^...

ttg ringkasan ceramah..insyaAllah ..selama Dian bisa sholat berjamaah di mesjid.. insyaAllah akan Dian update...
ini masih bingung kalau udah ke belawan nih.. soalnya repot juga nyari warnet disana..hehehe...
[resiko gak punya HP yang canggih atau laptop yang ringan ya..hehehe... ] ^_^
indryafrina wrote on Sep 19, '07
bener banget ni .. namanya hutang ya tetep hutang ..btw,what's wrong with your headshot???
cambai wrote on Sep 19, '07
bener banget ni .. namanya hutang ya tetep hutang ..btw,what's wrong with your headshot???
eeee ? headshotnya napa ndry ???
cuma iseng ganti lagi aja.. but still with mbak juli.... interest for the reason... ? i've already upload one blog [tell] about it...^_^
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help