
Sebetulnya Dian lagi gak ada ide sama sekali untuk menulis apa hari ini… tapi tadi siang setelah chatting via YM dengan salah seorang teman yang berada di Yogyakarta… tau-tau sekali lewat membahas tentang diary… [Dian sendiri lupa.. gimana obrolan itu merembet ke masalah diary..]. Hal ini memberikan ide Dian untuk sedikit cerita ttg diary-diary yang Dian miliki..
Kelas satu SMP ketika usia Dian menjelang ke 13 tahun.. Mama membelikan Dian sebuah buku kecil, dengan kertas warna warni dan wangi… kata Mama.. “Ini buku Diary namanya Dian… Dian bisa menuliskan apa saja di buku tersebut”. Wahhh Dian pikir seru juga yaaa…
Walhasil sejak itu tidak pernah berhenti Dian menulis Diary..meskipun tidak rutin tiap hari.. namun setiap Dian ngerasa perlu “curhat” ttg sesuatu..maka diary menjadi tempat untuk dicurhatin….
Hingga kini, meskipun telah menikah.. Dian masih rajin nulis Diary.. sempat juga menurun aktifitas kegiatan menulis..antara tahun 2000 ke 2002.. karena malas banget.. plus sudah ada bang asis untuk dijadikan tempat curhat…. Walhasil untuk diary dari tahun 1999 ke tahun 2002 itu Dian hanya menggunakan 1 diary untuk menulis kegiatan selama 3 tahun tersebut..hehehe
… akhirnya tahun 2003 Dian putuskan untuk membeli diary yang harus diisi setiap hari… meskipun terkadang bingung mau nulis apa.. tapi Dian tulis aja apa yang terlintas di pikiran dian…
Ternyata manfaat diary ini banyak banget.. selain jadi terbiasa menulis, Dian juga boleh dibilang jarang banget “frustasi” atau apalah istilah waktu masih ABG dulu.. karena selain diskusi dengan mama, Dian juga biasa nulis di diary… Setelah menikah.. Dian ketika Dian ke dokter kandungan.. dan dokter tersebut meminta jadwal menstruasi.. maka Dian cukup mengecek buku diary Dian dan sekaligus nama-nama dokter2 sebelumnya serta apa saja yang penting terkait kesehatan Dian..hehehe.. Dokter nya ampe kagum…hihihi.. Dia bilang..jarang2 pasiennya rajin seperti ini…hahaha. Ini lah hikmahnya punya diary yaaa… ?
Selain itu kalau ternyata ada problem terkait masalah keuangan..dian bisa cek di diary juga.. kemaren2 sering gak pergi2.. atau ke mall…hehehe.. jadi nya bisa nentuin juga kenapa ada terjadi penurunan tingkat tabungan… hahaha.. [jadi malu…
].
Tapi…
Setelah Dian nikah.. Dian juga baru tahu alasan mama memberikan diary itu ke Dian.. ternyata secara diam-diam.. mama membaca diary dian sejak SMP hingga SMA.. dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan pergaulan anak perempuannya semata wayang ini…. Meskipun rada jengkel juga waktu tahu.. tapi Dian pikir.. hebat juga tehnik ini ya.. dengan demikian… mama gak perlu interogasi Dian.. cukup membaca diary Dian, mama jadi tahu apa yang terjadi di diri Dian termasuk dunia pergaulan… hehehe….
Terus terang.. insyaAllah, jika Dian punya anak nanti.. tehnik yang sama akan Dian terapkan ke anak Dian…hihihihi….
Oh iya.. hingga sekarang kurang lebih 15 buku Diary yang sudah dian miliki.. dan ini buku ikut kemana Dian pergi… kecuali waktu ke Malang ya.. karena yang Dian bawa Cuma 2 tahun terakhir.. tapi begitu Dian pindah ke pamulang.. semua Dian boyong ke Pamulang… Khawatir dibaca sama Dika dan Dinang nih… soalnya dua sodara Dian ini rada-rada usil juga…hehehehe..
Apakah temen2 juga ada yang hobby nulis Diary ?????
Ringkasan Ceramah hari INI :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan istiqomah menyatakan tuhannya hanya Allah SWT”.
Akidah iman yakin kepada Allah SWT harus diyakini hingga akhir hayat kita.
Setelah beriman, lalu semesta qolbu harus istiqomah [bertahan/mempertahankan niat untuk terus berjuang melaksanakan ibada dan menjaga nilai ibadah dan mengembangkan ibadah dalam hidup kita].
Setiap manusia akan mendapatkan ujian, untuk melihat kualitas keimannya atapun batasan rasa imannya kepada Allah, dengan tujuan meninggikan keimaannya tersebut jika berhasil lulus dari ujian tersebut.
Periksa surat Fushilat : 30 dan Ali Imran : 33
Keterangan : Gambar diambil dari link ini :
http://img.alibaba.com/photo/11036675/Diary_With_Metal_Lock.jpg